DOWNLOAD EBOOK : The Teory And Practice Of Industrial Pharmacy (teori dan praktek industri farmasi)


the teory and practice of industrial pharmacy 
silahkan download (free) Klik DISINI




lihat juga ebook farmasetika DISINI

ket : jika mengalami masalah dengan link downloadnya silahkan beri komentar dibawah atau email di : andrynatanel96@gmail.com


key : download ebook farmasi, download buku teori dan praktek indusri farmasi, teori dan praktek industri farmasi,  teori dan praktek industri farmasi buku, teori dan praktek industri farmasi ebook, download gratis, teori dan praktek industri farmasi, download buku farmasi, ebook farmasi gratis

Posted by andry natanel

EBOOK Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design 2nd Edition By Micheal E. Aulton




Pharmaceutics  The Science of Dosage Form Design 2nd Edition
                                                silahkan download klik DISINI















key :Pharmaceutics  The Science of Dosage Form Design 2nd Edition By Micheal E. Aulton,Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design, buku farmasi, mahasisiwafarmasi bicara, buku farmasetika, ebook farmasi, ebook farmasetika, Pharmaceutics ebook, mahasiswafarmasi ebook, download ebook farmasi,ebook farmasi, ebook formulasi farmasi, ebook farmasi download, ebook farmasi gratis
Posted by andry natanel

ANTISEPTIK (PENGERTIAN, JENIS, MANFAAT, DAN CARA KERJA)

mahasiswafarmasibicara antiseptik
antiseptic




PENGERTIAN ANTISEPTIK
Antiseptik berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari 2 kata dasar yaitu "Anti" (melawan ) dan "Septikos" ( penyebab kebusukan ), yang berarti zat antimikroba yang dapat dipakai oleh jaringan hidup untuk mengurangi kemungkinan infeksi dan penyebab pembusukan. Zat ini dapat menghancurkan mikroorganisme yang bermuatan kuman penyakit tanpa membayahakan jaringan tubuh. Praktek penggunaan antiseptik dalam perawatan dan pengobatan luka dipelopori oleh ahli bedah daru Inggris Joseph Lister pada tahun (1865). Kemudian pada tahun (1929), Hullbassed manufacturer, Albert Reckitt dari Reckitt dan Sons Ltd., bersama dengan W.C Reynolds mengembangkan sebuah antiseptik desinfektan 
      Antiseptik atau antimikroba (istilah yang digunakan secara bergantian) adalah bahan kimia yang diberikan pada kulit atau jaringan hidup lain untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme (baik sementara maupun menetap) sehingga mengurangi jumlah bakteri. Contohnya termasuk alkohol (etil dan isopropil), larutan povidon iodine, iodophors, klorheksidin dan triclosan.
.
      Proses mengurangi jumlah mikroorganisme pada kulit, mukosa membran atau jaringan tubuh lainnya dengan menggunakan agen antimikroba (antiseptik) utama yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi luka yaitu antibiotik sistemik dan antiseptik topikal/antibiotik. Akumulasi yang cukup lama dalam jaringan lunak 
merupakan keterbatasan utama antibiotik sistemik. Lebih jauh lagi, antibiotik juga meningkatkan resistensi bakteri dan kolonisasi dengan demikian, pemberian antibiotik sistemik menjadi kontroversial (WHO, 2009). 

    Beberapa karakteristik antiseptik yang ideal adalah membunuh mikroorganisme dalam rentang yang luas, tetap efektif terhadap berbagai macam pengenceran, non toksik terhadap jaringan tubuh manusia, tidak mudah menimbulkan reaksi sensivitas baik local maupun sistemik, berreaksi secara cepat, bekarja secara efisien meski terhadap bahan-bahan organik (misalnya pus, darah atau sabun), tidak mahal dan awet 

     Pada dasarnya antiseptik dengan desinfektan memiliki persamaan jenis bahan kimia yang digunakan tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena terdapat batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras
                                  

              Jenis dan Kegunaan Antiseptik

Ada beberapa zat antiseptik yang digunakan untuk persiapan preoperatif pada tempat sayatan di kulit. Zat yang digunakan secara umum untuk antisepsis kulit pra operasi adalah iodophors (misalnya povidone-iodine), alkohol, dan chlorhexidine. Walaupun kulit tidak dapat disterilkan, memberikan cairan antiseptik dapat meminimalkan jumlah mikroorganisme di sekitar luka bedah yang dapat mengkontaminasi dan menyebabkan infeksi 
Antiseptik ideal harus memiliki sifat sebagai berikut: (1) Harus memiliki spektrum yang luas dari aktivitas, (2) Harus dapat menghancurkan mikroba dalam jangka praktis waktu, (3) Harus aktif dalam kehadiran materi organik, (4) Harus melakukan kontak yang efektif dan menjadi dibasahi, (5) Harus aktif dalam pH apapun, (6) Harus stabil, (7) Harus memiliki kehidupan rak panjang, (8) Harus cepat, (9) Harus memiliki daya tembus yang tinggi, (10) Harus tidak beracun, non-alergi, non-iritasi atau non-korosif, (11) Sebaiknya tidak memiliki bau buruk, (12) Sebaiknya tidak meninggalkan residu non-volatile atau noda dan (13) Sebaiknya tidak menjadi mahal dan harus tersedia dengan mudah.


                  Mekanisme Kerja Antiseptik
mahasiswa farmasi bicara, farmasi
Secara umum, mekanisme kerja antimikroba dapat dibagi menjadi lima cara, yaitu :
1.                Merusak dinding sel
Bekteri memiliki suatu lapisan luar yang kaku yang disebut dinding sel. Dinding sel ini berfungsi untuk mempertahankan bentuk dan menahan dinding sel tersusun atas lapisan  peptidogligan yang merupakan polimer kompleks terdiri dari asam N-asetil dan N-asetilmuramat yang tersusun bergantian, setiap asam N-asetilmumarat dikaitkan dengan tetrapeptida yang terdiri dari empat asam amino, keberadaan lapisan peptidogligan ini menyebabkan dinding sel bersifat kaku dan kuat sehingga mampu menahan tekanan osmotik dalam sel yang kaku.
Keruskan dinding sel dapat terjadi dengan cara menghambat pembentukannya, yaitu penghambatan pada sintesis dinding sel  (sintesis peptidogligan) yaitu dengan menghalangi langkah  enzimatik dalam sintesis peptidoglikan. Kerusakan pada dinding  sel secara parlahan dapat mengarah pada kematian sel.
2.                Kerusakan Sitoplasma
Sitoplasma adalah fase cair dalam sel yang mengandung  berbagai macam konstituen berupa organel sel antara lain mitikondria, ribosom dan lain-lain. Zat-zat yang terlarut dalam sitoplasma antara lain protein, RNA metabolit digunakan  oleh  sel  (misal  glukosa)  elektrolit  dan  beberapa  sisa  dari  hasil kegiatan sel (Jeffrey, 2011).
Semua sel hidup dibatasi oleh selaput sitoplasma, yang bekerja sebagai penghalang dengan permeabilitas selektif. Bila integritas fungsi dari selaput sitoplasma terganggu, maka  makromolekul dan ion akan lolos dari sel dan terjadilah kerusakan atau kematian sel.
3           Mengubah permeabilitas membran sel
Permeabilitas membran sel sangat penting dalam mengatur  materi-materi yang keluar masuk sel sehingga sel dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Setiap sel harus memasukkan materi yang diperlukan dan membuang sisa metabolisme. Permeabilitas membran dipengaruhi oleh komponen kimia dan keenceran membran .
Membran plasma adalah struktur yang semipermeabel yang mengendalikan pengangkutan substansi metabolik kedalam dan  keluar sel. Kerusakan membran ini akan mencegah berlangsungnya sejumlah biosintesis yang didalam membran sel memungkinkan  ion organik yang penting, koenzim dan asam amino merembes keluar sel dan mengakibatkan sel akan mati.  Antimikroba akan  merusak lapisan-lapsan membran. Komponen penyusun membran sel seperti protein dan lemak sangat rentan terhadap agen-agen yang menurunkan tegangan permukaan.
4.                 Menghambat kerja enzim
Enzim dan protein yang terdapat di dalam sel membantu kelangsungan metabolisme sel. Aktifitas kerja enzim dapat dihambat oleh zat-zat kimia melalui berbagai cara. Zat kimia dapat  mengaktifkan, mempengaruhi pembentukan bahkan  mendenaturasi  (merusak) enzim. Dalam proses metabolisme terdapat zat-zat kimia yang dapat reaksi biokimia misalnya logam-logam berat, seperti tembaga, perak, air raksa yang akan mengikat gugus enzim sehingga terhambatnya metabolisme sel yang akan menyebabkan kematian.
5.                Menghambat sintesis asam nukleat dan protein
Kelangsungan hidup sel sangat tergantung pada terpeliharanya molekul-molekul protein dan asam nukleat.  Hal  ini berarti bahwa gangguan apapun  yang  terjadi  pada  pembentukan  atau  fungsi  zat-zat  tersebut  dapat mengakibatkan kerusakan total pada sel.

    KEY :antiseptik adalah,antiseptic adalah,antiseptikum adalah, antiseptik lengkap, pdf antiseptik, antiseptic pdf, doc antiseptik, jenis antiseptik, jenis antiseptik adalah, manfaat antiseptik, manfaat antiseptik adalah, kerja antiseptik, kerja antiseptik adalah, mekanisme antiseptik, mekanisme antiseptik adalah, mekanisme kerja antiseptik, mekanisme kerja antiseptik adalah, sifat antiseptik, sifat antiseptik adalah, syarat antiseptik, syarat antiseptik adalah, sarat asntiseptik, sarat antiseptik adalah, PENGERTIAN, JENIS, MANFAAT, DAN CARA KERJA ANTISEPTIK



Posted by andry natanel

METABOLIT SEKUNDER DAN PENGGOLONGANNYA

METABOLIT SEKUNDER
Fisik tanaman sebagaian besar terdiri atas air. kandungan air mencapai lebih dari 90 %  pada daun, bunga, buah (bang miskuah yang berair banyak) dan bagian tanaman yang berada dibawah tanah. Pada jaringan yang miskin organ penyimpanan, kandungan airnya menurun hingga 50%, yaitu pada kulit dan kayu. Yang mengadung air paing sedikit adalah biji, umumnya mengandung kurang lebih 10%.

senyawa kimia bermolekul besar merupakan bagian utama dalam organ tanaman kering. Senyawa bermolekul besar ini berfungsi sebagai pembentuk sruktur tanaman (selulosa, kitin, lignin, dan pektin), sebagai cadangan makanan (amilum, protein, lipoprotein) atau untuk memenuhi proses metabolisme penting lainya (protein dan enzim) . senyawa kimia dari tanaman yang berbeda-beda dapat disari dengan pelarut umum (air, etanol, eter, benzena, eter minyak bumi); berupa senyawa kimia dari tanaman dengan molekuk kecil. diantara senyawa kimia tanaman bermolekul kecil ini terdapat sekelompok senyawa kimia yang banyak dijumpai dalam dala semua tanaman; dan kelompok senyawa kimia yang khas untuk tanaman tertentu. senyawa kimia tanaman yang jumlahnya paling banyak adalah senyawa kimia bermolekl kecil dari kelompok yang disebut terakhir dengan penyebaran terbatas; selanjutnya kelompok ini disebut sebagai metabolit sekunder. 

mahasiswa farmasi bicara


akhirnya yang juga  perlu dibahas adalah mineral. sisa yang tertinggal pada pembakaran tersebut disebut abu; kadar abu dihitung terhadap berat tenaman kering berkisar antara 0,1 dan 20 tergantung dari jenis tanaman dan organnya.

PENGGOLONGAN METABOLIT SEKUNDER
banyak senyawa kimia tanaman yang telah diisolasi dan dipubliasikan sebelum diketahui srukturnya. seringkali waktu yang disperlukaan sangat lama untuk dapat menguraikan  srukturnya setelah proses isolasi selesai. Strikthin yang telah diisolasi pada tahun 1817, uraian srukturnya baru dapat ditentukan satu setengah abad kemudian, yaitu tahun 1957. pengelompokan senyawa kimia tanaman berdasarkan pada sifat khas yang dimilikinya (antara lain warna, bau, pH, Kelarutan), merupa kan hal penting sehingga sampai sekarang masih banyak dipakai. berikut ini contoh pengelompokan seperti tersebut diatas.

Minyak atsiri

Baunya khas dan dapat dipisahkan dari senyawa kimia tanaman lainya, kerena sukar larut dala air dan dapat menguap bersama uap air.

Alkaloid

Sertuner (1805) menentukan bahwa kerja farmakologis opium ada kaitannya dengan senyawa kimia yang bersifat basa. senyawa yang bersifat basa dapat dipisahkan dari yang netral dan asam,  dengan ekstrasi cair-cair antara fase cair dan pelarut organik. pertemuan dua sifat basa dan kerja farmakologis, pada umumnya dimiliki oleh senyawa  kimia yang mengandung N. Setelah 40 tahun setelah penemuan sertuner, ditentukan 50 zat berkhasiat yang bersifat basa dari simplisia obat penting. Fraksinasi dari tanaman bedsarkansifat farmaskologis saja sesuai dengan percobaan binatang mengalami banyak kesulitan. penyebab penyebab sifat basa senyawa kimia tanaman yang sangat erat kaitannya dengan kerja farmakologis pada tubuh binatang dan manusia, belum diketahui dengan jelas.

Zat pahit

Berpedoman pada rasa pahit adalah suatu metoda yang mudah untuk memisahkasn senyawa kimia tanaman, perlu waktu yang cukup untuk hingga seluruh zat pahit dalam sari menjadi zat yang dapat dikristalkan. tidak jarang zat pahit yang ditemukan secara bersamaan, kerja farmakologisnya dikenal mencolok. contoh yang paling terkenal adalah glikosida yang bekerja pada jantung (digitaloida). cara untuk mengisolasi glikosida jantung ini seperti pada zat pahit, jadi tidak dilakukan pengujian terhadap jantung.

Zat warna

Jumlah zat warna dri tanaman diperkirakan kurang lebih 2000 jenis, 130 diantaranya merupakan bahan perdagangan  yang penting; jumlah zat warna yang sekarang yeng benar- benar dipakai (misalnya pewarna makanan) sangat kecil; contohnya bisein, safran, kuesrtin. pigmen tanaman mempunyai sruktur kimia yeng berlainan, begitupun sifat fisika, kelarutan, warna, fluoresensi, dan sebagainya. ada berbagai cara untuk mengisolasi berdasarkan intensitas warna sebagai petunjuk pada pemilihan fraksi saat produksi. contohnya seperti tersebut dibawah ini. 

Tanin (zat samak)

tanin ditandai oleh sifatnya yang dapat menciutkan dan mengendapkan protein dari larutan dengan membentuk senyawa yang tidak larut. Karena itu zat samak mengubah kulit mentah binatang menjadi kulit olahan (dasar teknik penyamakan). zat samak mempunyai arti penting dalam berbagai industri; di amerika saja dipelukan 120.000 ton bahan tanaman yang mengandung zat samak per Tahun. sari zat samak yang penting dala indusri di ambil dari fichte (jerman), Kastanie, eiche, dan jenis-jenis quebracho dari amerika.

Glikosida 

Hasil penelitian menunjukan bahwa sari tanaman pada umumnya mengandung senyawa yang bersifat alkohol atau fonol yang cukup larut sampai tidak larut baik dalam  air; tetapi gugus hidoksi dari alkohol atau fenol tidak bebas, kebanyakan terikat pada satu atau lebih gula (gluksosa, galaksota, ramnosa, dsb). dan sifat kimia suatu senyawa yang baru siisolasi - (baik diperoleh dari fraksinasi sistemastis  atau suatu kebetulaan) - sering tidak dikenal lagi,  setelah dihidrolisis  menjadi bagian gula dan bagian bukan gula. kerena itu senyawa ini dimaksukan kedalam golongan ''glikosoda''. glikosida membentuk kelompok senyawa kimia heterogen.

Resin

Nama Resin/harsa dipakai secara tidak seragam. kadang-kadang dipakai untuk campuran senyawa yang tidak dapat diidentifikasi, tidak dapat dikristalisasi, yang tertinggal hanya massa yang lengket ketika bahan penyari diuapkan (sisa seperti resin yang lengket). resin yang sebenarnya adalah hasil ekskresi tanaman, yang secara kimia merupakan campuran asam organik, ester dan alkohol yang amorf atau sukar di kristalkan. sifat selanjutnya adalah tidak larutnya resin dalam air, kelarutannya yang baik dalam pelarut organik, dan meleleh pada suhu relatif rendah.

PENGGOLONGAN BERDASARKAN BIOGENETIS 
Menurut konstitusi kimia, hingga saat ini telah dikenal dengan tepatnya 8000 senyawa kimia tanaman. pada awalnya sangat mengherankan karena jumlahnya sangat besar dan heterogen dalam sruktur kimianya. setelah dilihat lagi dengan lebih teliti, diketahui bahwa beberapa sruktur tertentu mempunyai kemiripan. Hasil perbandingan sruktur kimia senyawa alam memberikan dugaan bahwa beberapa elemen dasar tertentu yang berpartisipasi pada pembentukan rumus dasar senyawa kimia tanaman, yang berbeda hanya dalam susunannya. empat elemen  dasar penting adalah :

    Inti-C2 (elemen asetat)                    Inti-Cg (elemen fenil propana)


    Inti-C5  (elemen isopren)            Asam amino

Senyawa kimia tanaman hanya dapat terjadi melalui polimerisasi elemen identik atau elemen campuran. senyawa kimia tanaman dengan bentut merk campuran dapat merupakan dari tiga elemen dasar bebas N atau dapat mengandung N dalam molekulnya.  Dengan demikian, penggolongan senyawa kimia tanaman tersebut dinamakan penggolongan berdasarkan  biosintetis.  Nama "Biosintetis" digunakan kerena penggolongannya berdasarkan kemiripan sruktur pembentukannya yang berkaitan dengan biosintesis dalam tanaman hidup. Pada kenyataanya, sistem penggolongan biogenetis senyawa kimia tanaman tidak dapat dilakukan hanya dengan membandingkan srukturnya, tetapi juga harus memperhatikan proses biosintesis , biokimia dinamis, dan fisiologi metabolisme tanaman. suatu pembatasan ketat terhadap aspek biokimia saja tidaklah tepat, dan penggolongan berikut ini memanfaatkan hasil penelitian biosintesis serta bila aspek fitokimianya lebih diutamakan. 
penggolongan biogenetis metabolisme sekunder bermolekul kecil, yaitu : 

  1. Poliasetat (asetogenin)
  2. Isoprenoida
  3. Fenilpropana
  4. Senyawa kimia tanaman mengandung N (alkaloid, amin, dan glikosida sianogen)
  5. Senyawa dengan prinsip bentuk campuran                                                        a. Tanpa N dalam moleku (misalnya flavanoid)                                           b. Dengan N dalam molekul (misalnya alkaloid)           


sumber : Madian sirait, 2007. PENUNTUN FITOMIKIA DALAM FARMASI.itb. hal                   2-7.


key : metabolisme sekunder,penggolongan metabolit sekunder, penggolongan metabolisme sekunder, sekunder metabolit, metabolisme senkunder,metabbolit sekunder adalah, METABOLIT SEKUNDER DAN PENGGOLONGANNYA,PENGGOLONGAN metabolit sekunderBERDASARKAN BIOGENETIS, metabolisme, metabolisme sekunder,penggolongan metabolit sekunder, penggolongan metabolisme sekunder, sekunder metabolit, metabolisme senkunder,metabbolit sekunder adalah, METABOLIT SEKUNDER DAN PENGGOLONGANNYA,PENGGOLONGAN metabolit sekunder BERDASARKAN BIOGENETIS, metabolisme sekender merupakan, metabolit adalah, metabolisme sekunder tanaman adalah, metabolisme sekunder adalah, metebolisme sekunder ialah, penggogongan metabolit sekunder adalah, golongan metabolisme sekunder adalah



Posted by andry natanel
Tag :

BUKU/ EBOOK MARTINDALE

  

Silahkan dibaca by google drive, dan Downoad KLIK DISINI (66Mb)
semoga bermanfaat!! 










key: ebook martindale, download free martindale, download martindale, ebooks farmasi martindale, download buku farmasi martindale, dawnload gratis buku martindale, ebook martindal free, ebok martindale free download, martindal ebook, buku martindale, ebook martindale, buku farmasi martindale, buku martindala, buku martindale adalah, download e book martindale, ebook martindale, download free martindale, download martindale, ebooks farmasi martindale, download buku farmasi martindale, dawnload gratis buku martindale, ebook martindal free, ebok martindale free download, martindal ebook, buku martindale, ebook martindale, buku farmasi martindale, buku martindala, buku martindale adalah, download e book martindale
Posted by andry natanel

Potassium Hydroxide/Potasium hidroksida

1 Nonproprietary Names
BP: Potassium Hydroxide
JP: Potassium Hydroxide
PhEur: Potassium Hydroxide
USP-NF: Potassium Hydroxide
2 Synonyms
Caustic potash; E525; kalii hydroxidum; kalium hydroxydatum;
potash lye; potassium hydrate.
3 Chemical Name and CAS Registry Number
Potassium hydroxide [1310-58-3]
4 Empirical Formula and Molecular Weight
KOH 56.11
5 Structural Formula
See Section 4.
6 Functional Category
Alkalizing agent.

7 Applications in Pharmaceutical Formulation or Technology
Potassium hydroxide is widely used in pharmaceutical formulations to adjust the pH of solutions. It can also be used to react with weak acids to form salts. Therapeutically, potassium hydroxide is used in various dermatological applications. 8 Description Potassium hydroxide occurs as a white or nearly white fused mass. It is available in small pellets, flakes, sticks and other shapes or forms. It is hard and brittle and shows a crystalline fracture. Potassium hydroxide is hygroscopic and deliquescent; on exposure to air, it rapidly absorbs carbon dioxide and water with the formation of potassium carbonate.
9 Pharmacopeial Specifications
See Table I.
10 Typical Properties
Acidity/alkalinity pH = 13.5 (0.1 M aqueous solution)
Melting point 360C; 380C when anhydrous
Solubility see Table II.

potasium hidroksida

11 Stability and Storage Conditions
Potassium hydroxide should be stored in an airtight, nonmetallic container in a cool, dry place.
12 Incompatibilities
Potassium hydroxide is a strong base and is incompatible with any compound that readily undergoes hydrolysis or oxidation. It should not be stored in glass or aluminum containers, and will react with acids, esters, and ethers, especially in aqueous solution.
13 Method of Manufacture
Potassium hydroxide is made by the electrolysis of potassium chloride. Commercial grades may contain chlorides as well as other impurities.
14 Safety
Potassium hydroxide is widely used in the pharmaceutical and food industries and is generally regarded as a nontoxic material at low concentrations. At high concentrations it is a corrosive irritant to the skin, eyes, and mucous membranes. LD 50 (rat, oral): 0.273 g/kg (1)
15 Handling Precautions
Potassium hydroxide is a corrosive irritant to the skin, eyes, and mucous membranes. The solid and solutions cause burns, often with deep ulceration. It is very toxic on ingestion and harmful on inhalation. Observe normal handling precautions appropriate to the quantity and concentration of material handled. Gloves, eye protection, respirator, and other protective clothing should be worn. Potassium hydroxide is strongly exothermic when dissolved in ethanol (95%) or water, and considerable heat is generated. The reaction between potassium hydroxide solutions and acids is also
strongly exothermic. In the UK, the workplace exposure limit for potassium hydroxide has been set at 2 mg/m3 short-term.
16 Regulatory Status
GRAS listed. Accepted for use in Europe in certain food
applications. Included in the FDA Inactive Ingredients Database
(injections, infusions, and oral capsules and solutions). Included in
nonparenteral and parenteral medicines licensed in the UK.
Included in the Canadian List of Acceptable Non-medicinal
Ingredients.
17 Related Substances
Sodium hydroxide.
18 Comments
A specification for potassium hydroxide is contained in the Food
Chemicals Codex (FCC).
            The EINECS number for potassium hydroxide is 215-181-3.

Sumber : Handbook of Pharmaceutical Excipients; p; 606






key: monografi potasium hidroksida, potasium hidroksida adalah, potasium hidroksida,potassium hydroxide, potasium hidroksida hpe. hpe  potassium hydroxide, potasium hidroksida, potassium hidrokside, 


Posted by andry natanel
Tag :

BUKU/EBOOK HANDBOOK OF PHARMACEUTICAL EXCIPIENST 6th ed

HANDBOOK OF PHARMACEUTICAL EXCIPIENST 6th ed




               Silahkan dibaca by google drive,Untuk Download KLIK DISINI Semoga bermanfaat!
                               

















key : buku formulasi farmasi, ebook farmasi, buku farmasi, download buku farmasi, buku formulasi, download ebook handbook pharmacetical exipienst, download hpo book, handbook pharmacetical exipients edisi 6,  handbook pharmaceutical exipients 6th ed. hpo (handbook of parmacetical, buku handbook pharmaceutical excipienst, buku farmasi buku formulasi farmasi, ebook farmasi, buku farmasi, download buku farmasi, buku formulasi, download ebook handbook pharmacetical exipienst, download hpo book, handbook pharmacetical exipients edisi 6,  handbook pharmaceutical exipients 6th ed. hpo (handbook of parmacetical, buku handbook pharmaceutical excipienst download free, download free handbook pharmaceutical excipienst.
Posted by andry natanel

TERBARU :

BACA JUGA :

BERGABUNG DI GOOGLE+

copyright2014/ Andry Natanel Tony. Powered by Blogger.

- Copyright © Mahasiswa Farmasi Bicara -Metrominimalist- Modified by ADMIN -