Posted by : andry natanel

     

kegelisahan
 manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. kegelisahan ini, apabila cukup lama hinggap pada manusia, babkan akan menyebabkan suatu ganguan penyakit. kegelisahan (anxiety) yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia

       tragedi dunia modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan. hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang menigkat, rasa individualistis dan egoisme, persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak stabil, dan seterusnya. kegelisahan dalam kontes budaya dapatlahb dikatakan sebagai akibat adanya insting manusia untuk beramencbudaya, yaittu sebagai upaya mencari ''kesempurnaan". atau , dari segi batin manusia, gelisah sebagai akibat noda dosa pada hati manusia dan tidak jarang akibat kegelisahan seseorang, sekaligus membuat orang lain menjadi korbannya. 
       penyebab kegelisahan  dapat pula dikatakan akibat mempunyai kemampuan untuk membaa dunia dan mengetahui misteri kehidupan. kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. mereka sediri sering tidak tahu mengapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. oramg yang tidak mempunyai dasar dalam menjalankan tugas (hidup), sering di timpa kegelisahan kegelisahan yang demikian sifatnya abstrak sehinga disebut kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui apa kegelisahannya, seolah-olah, tanpa  sebap. a de
       ini berbeda dengan kegelisahan "terapan" yang terjadi dalam peristiwa kehidupan sehari-hari, seperi kegelisahan karena anaknya sampai malam belum pulang, orang tua yang akit keras, istrinya yang sedang melahirkan, diasingkan oleh orang-orang sekitarnya, melakukan suatu perbuatan dosa yang ditentang nuraninya, dan sebagainya
         alasan mendasar mengapa manusia gelisah ialah karena manusia memiliki hati dan perasaan. bentuk kegelisahannya berupa keterasingan, kidak pasesepian, dan ketidakpastian. perasaan-perasaan semacam ini silih berganti dengan kebahagiaan, kegembiraan dalam kehidupan manusia. perasaan seseorang yang sedang gelisah, ialah hatinya tidak tentram, merasa khuatir, cemas, takut, jijik, dan sebagainya. 
             perasaan cemas menurut sigmund freud ada tiga macam, yaitu : 
1. kecemasan objektif. kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan, seperti yang anaknya belum pulang, orang tua yang sedang sakit keras, dan sebagainya.
2. kecemasan neurotik (saraf). hal ini timbul akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri. contonya dalam penyesuaian diri dengan lingkungan, rasa takut yang irasional semacam fobia, rasa gugup, dan sebagainya.
3. kecemasan moral. hal ini muncul dari emosi diri sendiri seperti perasaan iri, dengki, hasut, marah, rendah diri, dan sebagainya.

          uraian mengenai penderitaan disini dianalogikan dengan perasaan gelisah (kegelisahan hati) sebagai akibat kecemasan moral. untuk mengatasi kegelisahan ini manusia diperintakan untuk meningkatkan iman, takwa, dan amal soleh.
            hanya dengan cara meningkatkan diri kepada Tuhan, maka hati gelisah manusia akan hilang. mendekatkan diri bukan hanya dengan cara melalui hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga melalui hubungan horizontal dengan sesama manusia sebagaimana yang diperintakan oleh Tuhan sendiri.




sumber : IR. DRS. M.  MUNANDAR SULAEMAN, MS, ILMU BUDAYA DASAR, BANDUNG 1993: PT ERESCO.
  


Pengunjung Yg bijak, pasti meninggalkan jejak :

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

TERBARU :

BACA JUGA :

BERGABUNG DI GOOGLE+

copyright2014/ Andry Natanel Tony. Powered by Blogger.

- Copyright © Mahasiswa Farmasi Bicara -Metrominimalist- Modified by ADMIN -